Waduk Jatigede Senilai USD467 Juta Itu Akhirnya Diairi

September 17, 2015

Waduk jatigede, Sumedang Jawa Barat sudah resmi diari pada Agustus 2015. Dimulai tahapan studi 1963 oleh PT Indra Karya (Persero) waduk senilai USD467 juta akhirnya rampung.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, Trisasongko Hedianto, mengatakan sejarah Waduk Jatigede sangat panjang. Beberapa kali berganti kepemimpinan negara, realisasi Waduk pun akhirnya berakhir di era Presiden Jokowi-JK.

"Pada 1963 tahapan pembangunan Waduk mulai di inisiasi. Jika melihat sejarah panjangnya sudah 52 tahun akhirnya waduk ini rampung. Perjalanan panjang, review detail design pada 2004 menjadi acuan ini menjadi acuan penyelesaian hingga saat ini,"ujar Tri di kawasan Waduk Jatigede, Sumedang Jawa Barat, Kamis (17/12/2015).

Dia menjelaskan, untuk pembangunan konstruksi secara keseluruhan sudah selesai dengan volume tampung waduk sekira 980 juta meter kubik (m3) di bendungan. "Hal ini menjadikan Waduk Jatigede menjadi waduk terbesar kedua setelah Waduk Jatiluhur," paparnya.

Tri menambahkan dengan adanya penampungan air di bendung, maka akan banyak sekali manfaatnya seperti perairan 90 ribu hektare irigasi sawah petani Indramayu, Cirebon dan Majalengka.

"Dengan penampungan air di Bendungan, maka saat musim kering 90 hektare lahan pertanian di kota itu tidak akan kekeringan. Karena daya tampung yang cukup besar. Tidak hanya itu, lewat bendungan ini juga akan dibangunkan PLTA berkapasitas 110 mw,"tandasnya.

Berikut ini tahapan studi terdahulu tentang Bendungan Jatigede:

  • Reconnaisance study pada 1963, oleh PT Indah Karya.
  • Master plan study pada 1967, oleh Coyne er Bellier (Prancis).
  • Pre Feasibility pada 1973, oleh Nedeco (Belanda) dan SMEC (Australia).
  • Detailed Design pada 1997, oleh SMEX (Australia).
  • Review Feasibility Study 1983, oleh SMEC (Australia).
  • Detailed Design pada 1986, oleh SMEC (Australia) dan PT Indra Karya (Persero)
  • Consolidation Study pada 1991, oleh SMEC (Australia) dan PT Indra Karya (Persero).
  • Project Implementation Preparation Review Study pada 2000, oleh Colenco-Binni Black- PT Indra Karya (Persero)-PT Indec.
  • Studi optimasi rencana pembangunan Waduk Jatigede pada 2003, PT Indra Karya (Persero), PT Tata Guna Patria dan PT Barundri.
  • Review Detail Design pada 2004, oleh PT Indra Karya (Persero) dan PT Wiratman Associates.

Sumber: Okezone