Perjanjian Kerja Sama Antara Kementerian PUPR dengan PT Wiratman Chodai Indonesia

October 31, 2017

ada hari Selasa tanggal 31 Oktober 2017, bertempat di Novotel Surabaya telah ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam hal ini Bapak Ir. Deded P Sjamsudin selaku Kepala Pusjatan dengan  Direktur Utama PT. Wiratman Chodai Indonesia (WCI) dalam hal ini Bapak Ir. Yulianto tentang Mitigasi Risiko Bencana Gerusan Alisan Sungai dan Gempa Bumi pada Jembatan, yang disaksikan oleh Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bapak DR. Ir. Herry Vaza.

a

Maksud dibuatnya Perjanjian Kerja Sama ini adalah untuk melakukan upaya mitigasi terhadap kondisi jembatan dari risiko bencana gerusan aliran sungai dan risiko bencana gempa bumi, dalam rangka meningkatkan kinerja keselamatan jembatan sedangkan tujuannya adalah untuk memanfaatkan dan mengembangkan teknologi mitigasi risiko kerusakan jembatan yang dimiliki WCI dengan dukungan dari Chodai Co. Ltd Jepang untuk dapat dimanfaatkan di Indonesia dengan hasil akhir berupa pedoman mitigasi risiko gerusan aliran sungai dan risiko bencana gempa bumi.

Ruang lingkup dalam Perjanjian Kerja Sama ini meliputi:

  1. Penyediaan data dan/atau informasi mengenai jembatan-jembatan yang akan diperiksa;
  2. Penyediaan data dan/atau informasi teknologi hasil litbang bidang jalan dan jembatan yang bisa diterapkan;
  3. Pembuatan pedoman pemeriksaan dan evaluasi struktur jembatan khusus terhadap risiko gerusan aliran sungai dan risiko bencana gempa bumi;
  4. Pembuatan pedoman mitigasi risiko kerusakan jembatan akibat gerusan aliran sungai dan gempa bumi;
  5. Alih teknologi melalui workshop internal/seminar/saresehan teknologi bidang jalan dan jembatan.

5

Berharap dengan ditandatangani PKS ini akan menjadi langkah awal dari WCI untuk berkiprah pada pekerjaan Bridge Asset Management (BAM) atau Bridge Management System (BMS).